fbpx

5 Kerajaan Jin Megah di Indonesia

kerajaan jin

Sobat Smiles yang di Jepang mungkin sudah mulai terbiasa ya melihat pemandangan pemandangan kota kota besar di Jepang seperti Tokyo, Osaka dll. Atau bahkan juga sempat menjalani pelatihan di ibu kota Jakarta. Pemandangan gedung gedung tinggi yang megah memang sangat menakjubkan dan kadang jadi pusing.

Tapi Sobat Smiles tau gak? Kalau ternyata terdapat juga kota kota jin atau kota kota gaib yang gak kalah megah sama kota kota manusia. Tapi bedanya sih kalau kota kota ini tidak terlihat mata, atau jika dapat kesempatan untuk berkunjung, tidak ada jaminan bisa kembali lagi ke alam nyata.

Berikut Smiles menghadirkan 5 kota jin yang paling terkenal di Indonesia.

Daftar Isi

1. Wentira

Mitos kerap berkembang di Indonesia khsusnya di perdesaan, misalnya soal hal-hal mistis yang kebenarannya belum tentu pasti, seperti yang terjadi di Sulawesi Tengah. Wentira namanya, dipercaya oleh masyarakat sebagai kerajaan jin terletak di antara Kota Palu dan Kabupaten Parigimoutong, Sulawesi Tengah.

Letaknya berada di jalur Trans Sulawesi, jika mengunjungi tempat ini kita akan melihat tugu warna kuning yang dipercaya sebagai gerbang ke kerajaan jin Wentira. Sekilas melihat di lokasi memang tidak ada kota seperti pada umumnya, hanya terdapat hutan belantara. Bahkan ada warga yang mengaku telah masuk ke kota Wentira dan bertemu dengan penduduk kota jin itu, warga pun bercerita bahawa penduduk Wentira sama dengan manusia pada umumnya, hanya tak memiliki garis dibibir.

Dipercaya oleh warga kota Wentira memiliki gedung-gedung bertingkat dengan warna kuning kemas-emasan, termasuk kendaraan yang digunakan orang-orang Wentira. Kabar yang beredar juga warga Wentira kerap masuk kota Palu, untuk memesan kendaraan dengan warna kuning, kabar itu sempat beredar luas di tengah masyarakat Palu.

Cerita yang berkembang menyebutkan jika pemimpin Kota Wentira adalah raja dan memiliki 7 panglima perang, yang masing-masing memiliki bala tentara menutupi seluruh lautan Indonesia.

Konon, banyak yang menganggap Wentira sebagai salah satu titik paling angker di Indonesia. Ada juga beberapa kalangan yang berpendapat bahwa Wentira merupakan warisan dari Benua Atlantis yang hilang. Terlepas dari anggapan tersebut, banyak kisah mistis yang beredar seputar kota misterius ini. Bahkan sudah berkembang turun temurun hingga saat ini.

Kota Wentira kemunculannya telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Pasalnya dulu, kesaksian yang diutarakan langsung oleh seorang pilot pesawat Belanda, dulu itu dia sangat takjub karena melihat kota yang sangat megah di tengah hutan belantara. Cerita pilot itu kemudian menjadi turun temurun hingga saat ini di tengah masyarakat kota Plau, Parigimoutong, Donggala dan Sulawesi Tengah pada umumnya.

2. Alas Purwo

Alas Purwo merupakan hutan terkenal di ujung timur Pulau Jawa tepatnya berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Konon, banyak kisah misteri di dalamnya yang belum terpecahkan sampai sekarang.

Penduduk setempat percaya di tempat bersemayam para jin seantero Nusantara. Hutan tertua di Pulau jawa ini menyandang berbagai predikat magis seperti tempat pesugihan, tempat semedi, dan hal mistis lainnya.

Pada zaman dahulu, di hutan inilah para raja sering berkumpul dan bertukar pikiran serta menenangkan diri. Goa Istana ini menjadi tempat yang paling sering dikunjungi untuk bertapa atau mencari ilmu gaib.

Selanjutnya adalah Alas Purwo sebagai kerajaan jin terbesar. Cerita yang dikenal masyarakat adalah Alas Purwo adalah daerah dimana kerajaan jin berdiri. Bahkan menurut cerita, kerajaan jin di sini begitu besar, megah dan sangat ramai. Bagi orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan, mereka bisa melihat kerajaan jin di Alas Purwo ini.

Selain besar, kerajaan jin Alas Purwo juga menjadi tempat pertemuan antar jin. Bahkan, kerajaan jin Alas Purwo juga sering dijadikan tempat sarasehan semua jin dari seluruh dunia.

Alas Purwo memang terlihat seperti hutan-hutan pada umumnya, banyak pohon dan sangat lebat. Namun ketika Anda bisa masuk ke dalamnya, tempat ini menunjukkan pemandangan yang beragam. Salah satunya terdapat banyak gua yang menyebar di penjuru hutan. Kabarnya, masing-masing gua tersebut ada penghuninya.

3. Pantai Selatan

Bicara tentang Pantai Selatan, pasti orang-orang langsung teringat dengan Nyi Roro Kidul. Pasalnya, Nyi Roro Kidul kerap dianggap sebagai penguasa tunggal Pantai Selatan. Bahkan banyak yang menduga, jika Nyi Roro Kidul memimpin sebuah kerjaan gaib di Pantai Selatan. Hal ini juga dikuatkan oleh pendapat pakar spiritual Mbah Yadi bahwa Nyi Roro Kidul memang penguasa kerajaan jin Pantai Selatan.  

Kerajaan jin di Pantai Selatan dipercaya sebagai kerjaan jin terbesar di Indonesia. Kerajaan jin pantai selatan dikenal memiliki jumlah pasukan yang sangat banyak hingga jutaan. Jadi, harap berhati-hati jika berkunjung kesana. Jangan sampai berbuat hal-hal yang diluar kewajaran karena bisa mengundang murka sang penguasa pantai selatan.

Sebagai pemimpin kerajaan jin pantai selatan, Nyi Roro Kidul selalu menjalin kerjasama dengan kerajaan jin lainnya. Bahkan sama seperti manusia, mereka sering bertemu dalam ajang sarasehan yang diadakan di kerajaan jin Alas Purwo.

4. Pulomas

Salah satu mitos mengenai kerajaan gaib yang populer di Indonesia adalah mitos kerajaan gaib di Pulo Mas yang ada di Indramayu, Jawa Barat.

Kondisi lokasi yang berbentuk seperti rawa di Kampung Pulo Mas, desa Centigi Sawah, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sering dikaitkan dengan kerajaan gaib. Konon, jika ada orang yang memiliki kemampuan melihat alam gaib, kerajaan tersebut sangat besar dan megah layaknya kerajaan manusia pada zaman dahulu.

Megahnya kerajaan gaib Pulo Mas ini konon sampai-sampai seluruh bangunannya dilapisi emas, oleh karena itulah menurut yang bisa melihatnya kerajaan tersebut dikelilingi cahaya emas sampai membuat silau.

Menurut kisah yang beredar, kerajaan Pulo Mas adalah sebuah kerajaan yang dibangun oleh Wiralodra, yakni raja pertama yang pada proses pembangunan kerajaan ini yang semulanya di hutan lalu dihalangi oleh raja gaib yakni Werdinata. Kerajaan jin Pulomas ini dipimpin oleh satu Raja yang bernama Raden Werdinata. Raden Werdinata ini juga memiliki seorang Mahapatih yang bernama Jongkara. Konon, kerajaan jin Pulomas ini terkenal dengan pasukannya yang mencapai jutaan.

5. Saranjana

Masyarakat Indonesia percaya dengan hal gaib sejak dahulu kala, bahkan sejumlah mitos dan legenda masih ada hingga kini.  Salah satu misteri yang dipercaya hingga sekarang adalah keberadaan kampung atau kota Saranjana.  Saranjana dipercaya berada di Kalimantan Selatan, lokasi tepatnya di Pulau Halimun atau Pulau Laut, ibukota Kabupaten Kotabaru. 

Kisah mistis terkait kota ini adalah kawasan yang maju, jalan yang lebar, gedung yang tinggi, serta penduduk yang cantik dan tampan. Konon kabarnya siapa saja yang mencoba masuk ke Saranjana, tidak bisa kembali lagi atau keluar dari kota itu. Sebenarnya, tidak diketahui secara pasti awal mula cerita mengenai kota gaib atau kota supranatural. Namun untuk warga asli Kotabaru pasti tahu tentang Saranjana atau pernah dengar.

Pulau laut ini nyaris tidak terlihat lantaran ukurannya yang relatif kecil, walaupun sebenarnya tidak terlalu kecil sih ukuran pulau ini karena luasnya mencapai 1.873 km. Pulau ini mempunyai 6 kecamatan yang terdiri dari 74 desa dan 4 kelurahan, semuanya masuk Kabupaten Kotabaru. Ibu kota kabupaten ini berada di bagian utara pulau, namun memang tidak ada nama Saranjana atau Tandjong Sarandjana. Namun, Tandjong Saradjana adalah nama lain dari Saranjana yang dikenal sebelumnya, dan tercatat di peta dan kamus zaman Belanda. 

Dalam peta bertajuk “Kaart van de Kust-en Binnenlanden van Banjermassing behoorende tot de Reize in het zuidelijke gedeelte van Borneo” atau bahasa Indonesianya peta wilayah pesisir dan pedalaman Borneo. Borneo adalah nama lain dari Kalimantan, sementara peta ini dibuat oleh naturalis asal Jerman, Salomon Muller pada 1845 silam. Muller menulis sebuah kawasan yang bernama Tandjong Sarandjana dalam peta buatannya tersebut.  Tandjong Sarandjana ini berada di sebelah selatan Pulau Laut. Tepatnya berbatasan dengan wilayah Poeloe Kroempoetan (Pulau Kerumputan) dan Poeloe Kidjang (Pulau Kijang).

Masyarakat Kotabaru percaya bahwa tidak sembarangan orang dapat melihat keberadaan kota Saranjana. Adapun satu dari segelintir orang tersebut adalah seorang pria bernama Pua Leba yang bekerja sebagai perangkat daerah Kecamatan Pulau Laut. Pua Leba diyakini menjadi ‘warga terpilih’ yang mampu keluar-masuk kota Saranjana. Hal ini dikarenakan dia memiliki senjata tradisional ‘Mandau’ yang diyakini mengaktifkan indra keenamnya. 

Dalam perjalanannya keluar-masuk kota gaib tersebut, Pua Leba mengaku selalu dijemput oleh salah seorang tokoh Saranjana menggunakan mobil berwarna merah atau kuning.

Pua Leba mengungkapkan bahwa warga Saranjana diyakini merupakan golongan Jin Muslim yang menyerupai manusia, hanya saja mereka memiliki fisik yang lebih besar serta paras yang lebih menawan dibanding manusia pada umumnya. 

Selain itu, kondisi Kota Saranjana juga layaknya kota maju dunia dengan berbagai gedung pencakar langit serta teknologi yang lebih mutakhir dibanding yang dimiliki manusia saat ini.

Walau sering mengunjungi Saranjana, Pua Leba mengaku tak pernah makan atau minum disana, hanya berjalan-jalan saja. Hal ini karena menurutnya jikalau sudah makan disana, akan sulit untuk kembali ke alam nyata.

Pua Leba mengungkapkan bahwa pernah terdapat seorang warga yang bisa melihat Kota Saranjana dan lantas dia makan disitu. Namun dia tak pernah kembali dan kini menjadi penghuni dari kota ghaib itu, bahkan hingga kawin dan punya anak dengan penduduk asli Saranjana!

Walaupun diyakini sebagai Kota Gaib yang dihuni oleh jin, namun menurut Pau Leba, penduduk Saranjana tidak mengganggu manusia. Bahkan, banyak yang berbelanja di daerah Kotabaru dan ada juga warga asli kota gaib tersebut yang bersekolah di ‘alam nyata’.

Misteri dan kisah mistis dari Kota Gaib tersebut juga tidak hanya berasal dari penuturan warga sekitar saja. Namun terdapat beberapa kisah lainnya yang bahkan cukup populer hingga skala Nasional.

Salah satunya adalah kisah mengenai pemesanan sejumlah alat berat dari Jakarta yang membuat kaget pemerintah setempat, yang terjadi pada tahun 1980-an. Semua alat berat dengan nilai sangat mahal itu dipesan seseorang dengan alamat Kota Saranjana dan telah dibayar lunas. Padahal, kota Saranjana di alam nyata secara administratif tidak ada di kabupaten Kotabaru. Cerita ini pun melegenda dari mulut ke mulut hingga sekarang. 

Share this post

Facebook
LinkedIn
Twitter
Pinterest
Email
en_USEnglish