fbpx

Sejarah dan Macam-macam sushi yang populer di Jepang

Sushi merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Jepang dan mendunia, yang dikenal dengan kepalan nasi ditambah potongan ikan di atasnya. Sayangnya, fakta ini mungkin terlalu umum, padahal banyak ragam sushi yang sangat populer di kalangan masyarakat Jepang dengan tampilan dan toping yang berbeda. Sebut saja maki sushi (sushi gulung) yang terkenal atau gunman maki, yang dibungkus oleh rumput laut dengan toping telur ikan salmon.

Sushi berasal dari kata Sumeshi, yang terdiri dari kata Su yang dalam Bahasa Jepang yang berarti cuka, yang dicampur dengan nasi (Sumeshi). Penghubung ‘me’ yang entah sejak kapan menghilang hingga kemudian disebut dengan sushi. Kata “sushi” berasal dari kata sifat masam, yang ditulis dengan huruf kanji sushi, dimana penulisannya menggunakan huruf kanji 寿司.

Artikel berhubungan : 5 Jasa Start-Up Pengiriman Makanan di Jepang 

Dikutip dari laman resmi pemerintah Tokyo dalam Bahasa Indonesia, pada era 4 abad sebelum masehi di Asia Tenggara, ikan difermentasi dan disimpan di dalam beras dan garam. Beras ini hanya untuk menyimpan ikan, jadi sepertinya dibuang tanpa dimakan. Metode pengawetan ini diadopsi pada zaman Heian dimakan sebagai Naresushi. Saat Zaman Muromachi dimulai, orang Jepang yang suka akan beras kemudian terinspirasi memakan ikan tanpa membuang nasinya. Setelah itu, munculah ide untuk membuat Hayasushi tanpa memfermentasikan ikannya lalu dicampur dengan arak membuat nasinya berasa asam pada zaman Edo. Di akhir zaman tersebut, lahirlah Nigirisushi, yang lebih dikenal dengan nama sushi kepal.

Smiles telah memilih beberapa sushi yang populer di bawah ini sebagai referensi sahabat sebelum menyantapnya bersama keluarga tercinta.

Daftar Isi

1. Nigirisushi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa sushi ini juga dikenal dengan nama sushi kepal. Terbuat dari gundukan nasi yang berbentuk oval dengan irisan ikan mentah di atasnya. Kata nigiri, yang berasal dari Bahasa Jepang yang berarti “sushi yang ditekan dengan tangan”. Topingnya beragam mulai dari tuna, salmon, yellowtail, dan albacore.

2. Futomaki

Pada dasarnya, futomaki merupakan salah satu jenis maki sushi, yang diartikan sebagai sushi gulung. Futomaki adalah sushi gulung yang memiliki variasi warna yang mencolok mata dengan rasa yang harmonis. Futomaki berisi nasi yang diberi bumbu dengan isian berupa sayuran seperti bayam, mentimun, acar jahe, jamur shiitake, dan kanpyo (strip labu); potongan kuning cerah tamagoyaki (telur dadar manis); dan makanan laut seperti sakura denbu (manis, serpihan ikan cod kering), unagi (belut yang dimasak), salmon asap, atau tuna mentah. Kemudian, futomaki dibungkus dengan lembaran tipis rumput laut nori kering yang dipanggang. Gulungan silindris yang panjang kemudian diiris melintang menjadi bulatan dan disajikan dengan wasabi dan acar jahe. Anda dapat menemukan banyak bahan yang disiapkan, serta tikar sushi, di toko bahan makanan Jepang.

3. Chirashizushi

Jenis sushi berikutnya adalah chirashizushi yang secara literal diterjemahkan sebagai “sushi tersebar” atau “sushi yang berantakan” yang terdiri dari dasar nasi cuka, ikan mentah serta bahan lainnya di atasnya ditempatkan dalam wadah seperti piring atau mangkuk besar. Jenis ikan mentah yang digunakan bervariasi dan yang paling populer adalah salmon dan tuna. Sushi ini sering dihiasi dengan telur suwir, nori, dan telur salmon sebagai toping yang juga memberikan tampilan visual yang penuh warna dan menggiurkan. Biasanya, sushi jenis ini dihidangkan spesial untuk perayaan tertentu seperti doll festival, atau hina matsuri.

4. Inarisushi

Pertama kali, Inarisushi diperkenalkan di Jepang selama periode Edo pada akhir abad ke-18. Asal-usul tepatnya tidak diketahui, meskipun namanya mengacu pada kuil Inari. Kuil-kuil yang tersebar di seluruh Jepang ini didedikasikan untuk kami (dewa) kesuburan dan kemakmuran, dan dikaitkan dengan rubah. Cerita rakyat Jepang mengklaim bahwa rubah menyukai aburaage, dan dengan demikian aburaage adalah persembahan umum untuk ditinggalkan di halaman kuil. Seiring waktu, nasi ditambahkan ke aburaage – dan dengan demikian, lahirlah inarishushi.

Keunikan lainnya yang membedakan sushi ini dibanding sushi yang telah disebutkan di atas adalah rasanya yang manis. Inarisushi seperti gorengan tahu isi – dibungkus oleh kantung yang terbuat dari tahu yang digoreng yang memiliki rasa manis.

Bagaimana sahabat Smiles, apakah sudah pernah mencoba salah satu sushi yang disebutkan di atas? atau, apakah telah mencoba sushi yang lain? Bisa langsung bagikan di kolom komentar dan share pengalamannya ya.

Share this post

Facebook
LinkedIn
Twitter
Pinterest
Email