fbpx

Pada 1 Mei 2019, Putra Mahkota Naruhito resmi menjadi Kaisar Jepang menggantikan sang ayah Kaisar Akihito. Hal ini membuat Jepang memasuki Era Reiwa di bawah kepemimpinan baru Naruhito. Arti dari era ini sendiri ialah era yang mempunyai ciri-ciri atau karakter harmoni.

Kaisar dianggap sebagai “simbol” integrasi rakyat Jepang oleh Konstitusi Jepang, dan statusnya sebagai simbol dipertahankan berdasarkan kesepakatan rakyat. Tidak mempunyai kekuasaan pada urusan pemerintahan, dan pada prinsipnya hanya melakukan kegiatan kenegaraan yang telah diatur oleh Undang-Undang Dasar Negara Jepang.

Tanggal 23 Februari, yang ditetapkan sebagai “Hari untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kaisar” oleh Undang-Undang Hari Libur Jepang, yang disebut dengan Hari Ulang Tahun Kaisar. Secara historis, hari lahir Kaisar Konin pada periode Nara (710-794) dimulai dengan nama “Tenchosetsu,” yang diambil dari kata  “天は長く地は久し/ Ten wa nagaku, Ji wa hisashi” / “Langit yang panjang dan bumi yang lama.” Seperti yang kamu lihat dari huruf kanjinya, memiliki arti pemerintahan kaisar akan terus berlanjut. Sejak itu, Ulang Tahun Kaisar ditetapkan sesuai dengan naiknya takhta kaisar dan dirayakan secara luas. Nama “The Emperor’s Birthday” digunakan dalam Holidays Act 1948 dan masih digunakan sampai sekarang.

Berikut 5 fakta menarik tentang Kaisar Naruhito. 

Selamat Ulang Tahun Kaisar Naruhito! Berikut 5 Fakta Mengenai Kaisar Naruhito

Daftar Isi

1. Tumbuh sebagai rakyat biasa

Pada era Kaisar Shōwa yang dipimpin oleh kakeknya, Naruhito lahir sebagai putra pertama Kaisar Akihito. Hingga umur 28 tahun, kakeknya, Hirohito (Kaisar Shōwa) masih menduduki tahta. Ini membuat kehidupan awal Naruhito sangat berbeda dari ayahnya. 

Ketika ayahnya berusia 18 tahun, ia langsung sibuk dengan tugasnya sebagai putra mahkota atau bertindak sebagai perwakilan untuk Kaisar Shōwa. Ini membuktikan bahwa ayahnya tidak bisa bersekolah atau pun berkuliah dengan cara yang sama seperti siswa biasa di Jepang.

Berbeda dengan masa kecil sang putra, Naruhito bisa merasakan bangku taman kanak-kanak. Kaisar Akihito sengaja memasukkan pangeran ke TK (taman kanak-kanak) agar lebih merakyat dan bisa berbaur dengan orang biasa sejak usia dini. 

2. Memiliki gelar Doktor

Masa remaja Kaisar Naruhito memang agak berbeda dengan ayahnya, Kaisar Akihito. Jika pada saat remaja Akihito sudah disibukkan urusan kekaisaran, Naruhito sendiri diberi kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih tinggi. Saat berusia 18 tahun, dia menempuh perkuliahan di Universitas Gakushuin dengan untuk mendapatkan gelar sarjana jurusan sejarah dan juga di universitas yang sama juga mendapatkan gelar magister.

Tak sampai disitu, dia melanjutkan studinya hingga pascasarjana dengan mengambil topik sejarah transportasi air. Dikabarkan dia juga sempat menempuh pendidikan di Universitas Oxford untuk meneliti sejarah transportasi di Sungai Thames di Inggris. 

makalah bahasa Inggris, “The Thames as Highway,” yang diterbitkan pada April 1989. Pada September 1991 ia menerima gelar kehormatan Doctor of Law dari Universitas Oxford.

3. Kaisar juga pernah LDR-an

Pangeran Naruhito dengan permaisurinya bertemu untuk pertama kalinya di Touguu Gosho yang berlokasi di Akasaka. Saat itu mereka sedang menghadiri acara perjamuan untuk menyambut kedatangan Ratu Spanyol di Jepang. Pangeran Naruhito saat itu berusia 26 tahun, dan Putri Masako berusia 22 tahun.

Pandangan pertama itu membuat sang pangeran jatuh hati kepada Putri Masako.Tidak hanya berakhir di pertemuannya pada malam itu, bahkan mereka berdua melakukan beberapa kali pertemuan.

Kisah cinta mereka sempat dipisahkan jarah atau LDR (Long Distance Relationship) karena Putri Masako yang saat itu adalah seorang diplomat sehingga harus berkuliah di Universitas Oxford, Inggris.

Perjalanan cinta LDR selama tujuh tahun memantapkan hati Pangeran Naruhito menikah untuk dengan Permaisuri Masako pada 9 Juni tahun 1993. Sekitar 190 ribu penduduk memadati jalan saat dilangsungkannya parade setelah upacara pernikahan mereka. 

4. Pernah ditolak istrinya 2 kali saat maasih muda

Naruhito pertama kali bertemu Masako Owada di jamuan makan yang diadakan untuk kunjungan Duchess of Lugo ke Jepang pada 1986 dan mengejarnya selama enam tahun berikutnya. Awalnya dia tidak tertarik dan menolak dua lamaran pernikahannya karena dia tidak ingin melepaskan karirnya yang sedang berkembang sebagai diplomat.

Dewan Rumah Tangga Kekaisaran juga memiliki keberatan, sebagian karena kontroversi seputar kakek dari pihak ibu Masako, Yutaka Egashira. Dia adalah mantan ketua Chisso Corporation, perusahaan kimia yang bertanggung jawab atas timbulnya Penyakit Minamata. Terlepas dari ini dan keengganan Masako, Naruhito menolak untuk menyerah dan untuk ketiga kalinya dia menjawab iya.

5. Naruhito pernah gantikan tugas ayahnya sementara sebelum dirinya menjadi kaisar

Ketika Kaisar Akihito harus menjalani operasi baypass jantung pada 2012. Sebelum menjalani operasi, Kaisar Akihito memang diketahui sudah mengalami permasalahan pada jantung dalam dua tahun terakhir.

Naruhito ditugaskan secara resmi untuk menggantikan ayahnya hingga kondisi Akihito pulih. Operasi bypass jantung merupakan sebuah tindakan untuk mengatasi penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah arteri koroner. 

Selama memimpin Jepang, Kaisar Naruhito dikenal sebagai sosok yang ramah dan santai. Dia juga dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap banyak orang sejak dirinya belum dilantik menjadi kaisar pada 2019 lalu.