Semua Blog > Kisah Sukses > Kisah Sukses Smiles: Siti Dari Pekerja Singapura Menjadi Pengusaha Sukses
04.03.2026

Kisah Sukses Smiles: Siti Dari Pekerja Singapura Menjadi Pengusaha Sukses

Smiles Mobile Remittance, yang dikenal sebagai layanan pengiriman uang internasional berbasis seluler paling populer di Jepang, berkomitmen untuk mendukung para pekerja keras yang mengirimkan uang ke keluarga mereka di kampung halaman. Smiles membantu menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi para pekerja migran serta mendorong perdamaian dan keberlanjutan dalam komunitas internasional.

Dicintai oleh para pelanggan setia sejak awal, kini Smiles sangat antusias untuk “Menyebarkan Senyuman” dengan membagikan kisah-kisah inspiratif dari para pengguna di seluruh dunia. Kisah-kisah ini menunjukkan bagaimana Smiles Mobile Remittance memberikan layanan terbaik kepada mereka yang bertekad meraih impian dan mendukung orang-orang terkasih, di mana pun mereka berada.

Mari berkenalan dengan Siti!

Nama saya Siti Widayah. Saya berasal dari kawasan Gunung Kawi di Malang, Jawa Timur, sebuah daerah yang dikenal dengan keindahan alam dan sejarahnya. Saya adalah seorang ibu tunggal yang membesarkan satu anak perempuan.

Selama 21 tahun, saya bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Singapura. Keputusan merantau saya ambil demi menjadi tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan anak saya serta membantu kedua orang tua saya. Saat itu, saya harus rela meninggalkan putri saya yang masih berusia empat tahun demi mencari penghidupan yang lebih baik.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, putri saya telah beranjak dewasa. Pada usia 25 tahun, ia sudah menikah dan dikaruniai dua orang anak. Melihatnya tumbuh dan membangun keluarganya sendiri menjadi kebahagiaan sekaligus buah dari perjuangan panjang yang saya jalani.

Kesulitan dan tantangan yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat

Salah satu ujian paling berat dalam hidup saya selama bekerja di Singapura adalah harus meninggalkan anak saya yang masih kecil demi mencari nafkah. Tidak ada hari yang mudah pada saat itu. Setiap tetes keringat, setiap rasa rindu, semuanya saya jalani dengan satu harapan agar anak saya dapat hidup lebih baik daripada saya. Saya berusaha semampu saya memenuhi kebutuhannya mulai dari susu, pakaian, hingga pendidikan yang layak meski jarak memisahkan kami bertahun-tahun lamanya.

Di tengah perjuangan itu, saya merasa sangat bersyukur karena selama bekerja di Singapura, Tuhan mempertemukan saya dengan majikan yang begitu baik dan tulus. Selama 19 tahun, saya merawat tiga anak mereka seperti anak saya sendiri, menemani mereka tumbuh dari kecil hingga dewasa. Banyak kenangan, tawa, dan pelajaran hidup yang saya lalui bersama keluarga tersebut. Ketika akhirnya ketiga anak tersebut sudah mandiri, perjalanan saya pun berlanjut bersama majikan yang baru.

Semua pengalaman itu, baik suka maupun duka, telah membentuk diri saya menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih sabar, dan lebih bersyukur.

Momen paling membanggakan sejak memulai perjalanan tinggal di luar negeri

Salah satu momen yang paling membekas dalam perjalanan hidup saya selama berada di Singapura terjadi pada tahun 2014. Pada tahun itu, saya dan beberapa sahabat dipersatukan untuk mendirikan sebuah komunitas pengajian di Masjid Wak Tanjong, Singapura. Niat kami sederhana mengisi waktu libur dengan menimba ilmu agama, saling mengingatkan dalam kebaikan, dan mencari ketenangan di tengah penatnya bekerja jauh dari keluarga. Dari langkah kecil itu, lahirlah komunitas PIS AL HIDAYAH, yang kini atas izin Tuhan telah berkembang pesat dan memiliki ratusan anggota. Melihat komunitas ini tumbuh begitu besar membuat hati saya bergetar, karena saya menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan melipatgandakan kebaikan dari niat yang tulus.

Selama 21 tahun bekerja dan merantau di Singapura, saya tidak pernah lepas dari rasa syukur. Tuhan memberi saya kekuatan untuk menafkahi anak dan keluarga saya, meski harus menahan rindu dan melewati banyak air mata. Namun semua perjuangan itu tidak sia-sia. Sedikit demi sedikit, Tuhan membuka jalan. Dari hasil kerja keras, saya dapat membeli beberapa kebun dan tanah, membangun rumah impian yang dulu hanya bisa saya bayangkan, serta memulai sebuah usaha yang kini berkembang dan telah memiliki beberapa cabang di Indonesia.

Ketika saya melihat ke belakang, saya menyadari bahwa setiap langkah, setiap doa, dan setiap kesabaran itulah yang membawa saya sampai pada titik ini. Semua pencapaian itu bukan hanya milik saya, tetapi juga buah dari pengorbanan, doa keluarga, dan pertolongan Tuhan yang selalu datang di waktu yang tepat.

Perjalanan hidup dan saran untuk tinggal di Luar Negeri

Hidup dan bekerja di luar negeri adalah perjalanan panjang yang tidak hanya menguji tenaga, tetapi juga keteguhan hati. Di tanah rantau, kita belajar bahwa setiap langkah penuh perjuangan selalu membawa harapan baru untuk mengubah kehidupan. Tidak semua hari berjalan mudah. Ada saat-saat di mana kita harus menahan rindu yang dalam, berusaha sekuat tenaga, dan tetap berdiri tegak demi keluarga yang menjadi alasan terbesar kita bertahan.

Selama berada di Singapura, kita diajarkan untuk selalu waspada, menjaga diri, dan memegang teguh kejujuran. Amanah dari majikan bukan sekadar pekerjaan, tetapi ujian keikhlasan dan integritas kita. Ketulusan dalam bekerja adalah cermin diri, dan kejujuran adalah pintu yang membuka banyak kebaikan. Di tengah kerasnya hidup di rantau, menjaga kesehatan dan keselamatan diri menjadi begitu penting karena ada orang-orang tercinta di Indonesia yang setiap hari menunggu kepulangan kita dengan penuh doa dan harapan.

Pada akhirnya, perjalanan ini bukan hanya tentang mencari nafkah, tetapi tentang mendewasakan hati, memperkuat iman, dan menanamkan nilai bahwa setiap tetes keringat akan dibalas dengan kebaikan oleh Tuhan pada waktu yang paling tepat. Kita pulang bukan sekadar membawa rezeki, tetapi membawa kehormatan, pengalaman, dan cerita perjuangan yang akan selalu dikenang.

Bergabunglah dengan Keluarga Smiles

Smiles berupaya untuk “Menyebarkan Senyuman” ke seluruh dunia dan bertujuan menghubungkan para pekerja migran dalam komunitas internasional. Untuk bergabung dengan Keluarga Smiles di Jepang, Kanada, dan/atau Singapura, serta mengikuti salah satu halaman Facebook resmi Smiles, silakan kunjungi halaman berikut:

Dapatkan lebih banyak inspirasi dan baca kisah sukses lainnya di sini

Smiles Success Stories: Jhoy as OFW Domestic Helper to Achiever in Singapore
Smiles Success Stories: Jelly Pie’s Life from Poverty to Prosperity

Kurs hari ini

1 SGD = 13185 IDR

2026 April 3, Jumat 12:50

Sudah siap untuk kirim uang ke luar negeri? Smiles membuat pengiriman uang menjadi lebih cepat, aman, dan mudah.

Tori family celebrating because Smiles mobile remit is providing the best exchange rate Tori family celebrating because Smiles mobile remit is providing the best exchange rate

smiles comment icon Tinggalkan komentar

Semua kolom harus diisi

Postingan terkait

Lihat lebih banyak blog

Bacaan Populer

Lihat lebih banyak blog

Penulis kami

tori is smiles remit official blogger
Public Relation
lilia.hauenstein

Ubah gaya hidup Anda dengan Smiles

Smiles mobile remittance app screenshot
flying Tori
tori's flight path tori flying over with a money bag
footer_smile_logo