224 Orang di Tokyo Terinfeksi Dalam Satu Hari Saja!

COVID-19 Cases in Tokyo

Apakah ini gelombang kedua COVID-19 di Tokyo?

Hai teman-teman! Kembali lagi bersama Smiles, jasa pengiriman uang tercepat dari Jepang ke Indonesia! Kali ini Smiles ingin bagikan berita mengenai COVID-19.

COVID-19 tidak asing lagi kita dengar di beberapa bulan belakangan ini. Virus yang awalnya tersebar di Cina, dengan cepatnya tersebar luas lagi di negara-negara lainnya termasuk Jepang & Indonesia. COVID-19 pertama masuk Jepang pada Januari 2020. Setelah itu bertambah terus kasus positif di Jepang, sampai akhirnya pada akhir Maret 2020. Perdana Menteri Abe mendeklarasikan status darurat, dan menganjurkan untuk tidak keluar rumah dan mengisolasi diri sendiri untuk warga di Jepang selama 2 bulan berturut-turut.

Warga yang terbukti positif COVID-19 sudah sangat berkurang semenjak tanggal 6 Mei 2020, pasien yang terdaftar positif kurang dari 50 orang. Pada akhirnya deklarasi status darurat di Jepang dihentikan secara resmi pada 31 Mei 2020; yang berarti mulai 1 Juni 2020, warga Jepang sudah dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala dengan tetap menerapkan aturan-aturan yang dapat menghindari penularan virus tersebut, seperti tetap menggunakan masker, memperhatikan jarak satu sama lain (kurang lebih 1 meter), mencuci tangan selama 20 detik, dan lain-lainnya. Berlanjutlah ke angka yang cukup rendah (di bawah 50 orang) warga yang positif COVID-19 hinggal tanggal 24 Juni 2020 melonjak sebanyak 55 orang. Gubernur Tokyo, Koike sudah mewanti-wanti warga Tokyo agar lebih berhati-hati, tetapi menurut beliau tidak akan ada deklarasi status darurat kedua untuk Tokyo.

Memasuki bulan Juli, kasus positif COVID-19 di Tokyo justru bertambah drastis. Setelah 2 bulan lamanya kasus COVID-19 di Tokyo tidak lebih dari 100 orang; pada tanggal 2 Juli 2020, kasus positif jumlahnya 107 orang. Berbagai sumber mengatakan bahwa semakin banyak juga kalangan usia 20-30 tahun yang positif COVID-19. Diperkirakan virus tersebut tersebar di restoran-restoran dan tempat hiburan malam lainnya di daerah Shinjuku dan Ikebukuro. Angka diatas 100 berlanjut sampai satu minggu, dan turun menjadi 75 orang di tanggak 8 Juli 2020. Sayangnya, jumlah rendah itu tidak berlangsung lama. Pada hari ini, 9 Juli 2020 kembali lagi diberitakan bahwa kasus positif di Tokyo melebihi 200 orang; tepatnya 224 orang. Apakah akan ada deklarasi status darurat lagi di Tokyo? Atau akan ada cara lain untuk mengurangi angka yang semakin meningkat?

Untuk informasi lebih detail, sahabat Smiles juga dapat mengakses lihat dari sumber-sumber berikut ini:
– Japan Times
– Nippon.com
– Japan Today

Tetap berhati-hati ya Sahabat Smiles, tetap patuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah Jepang demi keselamatan diri dan keluarga. 

Bagikan Postingan Ini

Facebook
LinkedIn
Twitter
Pinterest
Email